Tampilkan postingan dengan label guguranberserakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guguranberserakan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

“ Un Vero cavaliere non lascia mai una signora”

kalo ada yang bisa dan ngerti bahasa italia pasti tahu arti pernyataan di atas :)

bingung artinya?ehehe, sama...saya juga bingung :D, coba kita mulai dari gambar di bawah ini




Del Piero, Juventus #10

Pernyataan di atas (dalam bahasa italia) dikeluarkan oleh kapten Juventus ini tatkala Juve harus menerima kenyataan dijatuhi sanksi degradasi ke Serie B akibat skandal kasus Calciopoli Tahun 2006. ketika pemain pemain bintang meninggalkan juve karena bermain di serie B , Del piero tetap setia bersama Juve. pada saat itulah sang kapten mengeluarkan pernyataan
"A True Gentleman Never Leaves His Lady"

Musim ini adalah musim terakhir Del Piero bermain untuk Juventus, musim ini pula Juve dibawanya kembali merebut scudetto Serie A untuk ke 30 kalinya (bila 2 gelar tidak dicopot). terlepas dari peran pemain pemain lain , del piero merupakan seorang yang sentral dalam kunci Juve musim ini, pemain senior, kapten ideal, dan panutan bagi rekan rekannya.

Sejak tahun 1993, del piero tidak sekalipun meninggalkan Juve, loyalitas tanpa batasnya kepada juve tidak terbantahkan, bahkan ketika ia tidak lagi menjadi pilihan utama di skuad juve dan harus menerima pengurangan gaji, ia tetap bertahan. Sebuah gambaran tentang kesetiaan ale.

Setelah scudetto serie A, tugas terakhir ale adalah membantu juve untuk memenangi coppa italia melawan napoli, semoga semakin menjadi lengkap kado perpisahan sang maskot dengan gelar juara coppa italia.


forza juve, forza del piero

“Cintailah Juventus Seperti Anda Mencintai Kekasih Anda.” (Alessandro Del Piero)


*gambar dari ggogle

Rabu, 18 Mei 2011

meninggalkan bawaan


bayangkan seseorang yang berbadan kecil dan tidak kekar akan pergi ke suatu gunung dengan membawa 1 bodypack, 1 travelbag, 1 tas pinggang. apakah barang bawaan tersebut akan menghambatnya dalam mencapai tempat tujuan? jelas jawabannya adalah sangat menghambat.

barang barang yang dibawanya tersebut akan sangat menghambat perjalananannya untuk mencapai tujuannya, sampai gak ke tempat tujuan? sampai, tapi dengan banyak sekali catatan.lantas, bagaimana cara agar perjalanannya mulus untuk sampai ke tempat tujuan? hal yang bisa dilakukan adalah meninggalkan barang bawaan yang tidak diperlukan atau menghambat perjalanannnya


***

begitu juga dengan sifat jelek bawaan yang ada pada diri kita. sifat-sifat seperti : iri hati, dengki, sombong, atau bahkan mudah marah. sifat-sifat seperti itu akan bahkan seringkali menghambat perjalanan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari. maka, untuk mengarungi perjalanan ini dengan mulus, lebih baik kita tinggalkan semua sifat bawaan tersebut sehingga kita akan lebih mudah menjalani kehidupan ini.


ada yang bisa kasih tips mengurangi sifat mudah marah?



Senin, 29 November 2010

tausyiah abah

isya' tadi malam ada sesuatu yang berbeda, ternyata dalam barisan terdepan shaff kali ini ada jama'ah yang shalat sambil duduk. sebelum imam mengangkat takbir, mata ini sempat melirik siapa gerangan yang shalat sambil duduk, owh..... ternyata abah.


***
tampaknya, abah (kembali) dalam kondisi yang kurang sehat, masih 2 hari yang lalu beliau shalat dalam keadaan berdiri tegak, kemudian selang satu hari. dan malam ini ternyata beliau shalat dalam keadaan duduk. 

sedikit menambahkan bahasan tentang abah dan kisah pemuda pemuda ini. pernah dalam suatu kumpul kumpul setelah shalat subuh, abah memberikan nasehat singkatnya kepada pemuda kampung tersebut. abah merasa perlu menjelaskan dan berbagi ilmu mengenai bab tharahah.

abah membahas hal ini dikarenakan risih dan tidak sukanya beliau ketika melihat seorang pemuda yang (maaf) buang air kecil di pinggir jalan / belakang pohon dengan cara berdiri. yang ditekankan oleh abah adalah adab buang air kecil yang dilakukan oleh kebanyakan pemuda sekarang. dengan duduk melingkar bersama pemuda kampung, abah menekankan pentingnya adab dalam melakukan hal ini.

''yang pertama, hal seperti itu harus dilakukan di ruangan / tempat yang tertutup, minimal tidak ada yang bisa melihat kita dengan jelas lalu yang kedua, sebaiknya hal tersebut dilakukan dengan cara tidak berdiri (jongkok)''.

di lain kesempatan, abah juga pernah mengumpulkan pemuda kampung sehabis shalat. beliau menegur salah seorang dari mereka dikarenakan ketika shalat memakai kaos yang bergambar dan bertuliskan di bagian belakangnya.

beliau mengatakan, ''sebaiknya menghadap Allah (shalat) itu dengan menggunakan pakaian terbagus yang kalian miliki, bagus disini bukan berarti kalian harus memakai baju baru ataupun mahal. kalian cukup menggunakan baju yang bersih dan suci''.

perihal kalian memakai kaos yang bergambar dan bertuliskan sesuatu sebaiknya jangan dipakai di waktu shalat. karena hal ini dapat membuat seseorang (jama'ah lain) lalai atau tidak khusyu' dalam shalatnya. hal ini dikarenakan secara tidak sengaja bisa saja jama'ah yang berada di belakang kalian membaca atau melihat gambar di kaos yang kalian pakai.

***

semoga abah bisa sehat kembali sehingga bisa shalat dalam keadaan berdiri sempurna lagi, aamiin

jodoh di perantauan

kali ini sedikit berbicara tentang perantauan. perantauan kurang lebih bermakna mendiami suatu tempat yang baru atau mendiami suatu tempat yang bukan domisili aslinya dalam kurun waktu tertentu (pendapat saya pribadi)

setiap orang punya pandangan berbeda tentang hidup merantau. ada yang bisa menjalankannya, ada yang tidak bisa menjalankannya atau ada yang memang sudah menjadi jalan hidupnya. saya pribadi pernah mengalami fase yang namanya hidup dalam perantauan dan belum tahu apakah akan mengalaminya lagi.

saya bersyukur sekali pernah berada dalam perantauan, kurang lebih satu setengah tahun kuliah jauh dari keluarga (meski tiap semester pulang kampung) atau ketika kurang lebih 3 tahun mencari nafkah di pulau jawa (yang ini kalau pulang kampung nunggu lebaran atau cuti). bersyukur karena dapat menempa diri untuk belajar mandiri , bersyukur bisa melihat tempat- tempat baru, bersyukur bisa mengenal saudara saudara baru.

hidup di perantauan memang harus pintar membawa diri, adat kebiasaan ataupun budaya di satu tempat tidak sama dengan tempat yang lain, seperti kata pepatah ''dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung'' yang kurang lebih bermakna haruslah mengikuti/menghormati adat istiadat di tempat tinggal kita.

satu hal lagi yang saya amati adalah biasanya, sekali lagi saya tekankan biasanya jodoh itu datang pada saat kita sedang di perantauan. sepengamatan di lingkungan saya bekerja bahwa jodoh rekan rekan saya yang berada di perantauan seringkali datang dari tempat merantaunya. saya jadi ingat dulu ketika masih baru baru lulus kuliah dan kena virus nikah muda, teman saya pernah bilang, "nanti kalau mau cari istri yang satu daerah / kampung aja. biar nanti mudiknya gampang, cuma ke satu tempat. hal ini dikarenakan seringnya teman saya tadi melihat kakak tingkatnya yang sudah menikah dan punya istri tidak satu daerah mudiknya ganti ganti tempatnya.

saya dulu juga sempat sependapat dengan teman tersebut. kalau sekarang??? :D





tulisan ini bukan berarti saya mendapat jodoh di perantauan atau sebaliknya loh, cuma lagi pengen nulis ini aja ^^ lagian korelasi dengan judulnya pas di paragraph terakhir doank kan



*kalo kate tetangge aye itu, posting yang beginian bakalan rame, siapa tau disini juga bakal rame

Kamis, 05 Agustus 2010

laki laki itu menangis

‘’Laki laki itu boleh menangis kan mak?’’ suatu malam ipung bertanya kepada mamaknya. ‘’tergantung pung, kamu menangisnya karena apa?’’, mamak menjawab tanpa menghentikan aktivitas mengiris bawang merahnya.


‘’Menangis karena perempuan mak’’ ..ipung mulai bercerita


dulu aku pernah kenal sama seorang perempuan. orangnya baik, pintar, insyaAlloh shalehah mak. awal perkenalan di SMA itu menimbulkan rasa suka kepadanya. entah bagaimana dengan perasaannya, aku tak pernah menanyakan sama sekali bagaimana perasaannya kepadaku saat itu. aku pun tak pernah berani mengungkapkan rasa sukaku padanya waktu itu, hingga jarakpun akhirnya memisahkan. selat sunda menjadi pemisah antara aku dan dia.

dan akhirnya takdir Alloh yang menjawab, dia telah dipinang oleh seorang laki laki shaleh. perasaan itu akhirnya harus dikubur dalam dalam, meski akhirnya kebenaran pun terungkap.ah...sesuatu yang terlambat memang tidak perlu dimulai.

''perempuan itu yang membuatmu menangis pung?'', mamak menghentikan aktivitas mengiris bawangnya sembari menoleh kepadaku.

***


Sabtu, 05 Desember 2009

Catatan satu tahun perjalanan

Catatan satu tahun perjalanan

 

***

Betapa cepat waktu berlalu, 9 desember 2008 ..sekarang ketemu 9 desember 2009. setahun kemaren baru belajar nge-blog dengan memanfaatkan jejaring social Multiply. Setahun kemaren masih bingung mau menulis apa (sampe sekarang juga masih sering bingung :p ). Setahun kemaren….ah ternyata sudah berjalan setahun disini. Makin tua ternyata.

 

Disini, catatan perjalanan setahun ini berjalan seperti pelangi (penuh dengan warna warni), berjalan dengan berbagai rekam jejak perjalanan di berbagai tempat (koleksi foto), berjalan dengan lesatan waktu yang sangat cepat dan berjalan dengan berjalan dengan berbagai kisah (gayamu dul, hehe).

 

9 desember 2008 pertama kali membuat blog ini, kalau ditanya tujuan utama dulu membuat akun MP ini, ehm…*thinking* (sejujurnya saya lupa tujuan utamanya, hehehe), tapi saya hanya ingin belajar menulis, jujur saya termasuk orang yang (lebih) bisa berekspresi dengan tulisan ketimbang berinteraksi langsung. Membaca tulisan teman-teman di blog pribadi ataupun jurnal harian  penulis penulis lainnya membuat semangat belajar itu mengalahkan pertimbangan pertimbangan lainnya, walhasil jadilah blog MP satu ini.

 

Catatan perjalanan setahun disini menambah banyak teman teman baru saya, ya..meski hanya di dunia maya tapi bagi saya pribadi semua itu tampak nyata.mungkin ada yang berpendapat untuk tetap menjadikan yang maya itu maya dan tidak ingin membawanya ke dunia nyata, tapi sekali lagi pendapat pribadi saya , semua itu terasa nyata meski wajah belum pernah bertatap (pernah mau kop-dar sama beberapa orang tapi gagal :p )

 

Terima kasih buat teman-teman yang sudah sudi mampir dan memberi feedback apapun disini, ada yang setuju ada yang tidak, ada yang suka ada yang tidak, ada yang serius ada juga yang OOT, justru itu semua yang membuat semangat untuk berbagi itu tetap ada, maaf juga kalau saya belum bisa menjadi kontak yang baik (meminjam istilah teman), maaf kalau ada tulisan yang belum sempat dibaca, tugas pe er yang lupa dikerjakan atau sekedar say hello di guestbook anda sekalian :D

 

Terima kasih atas warna warni yang anda goreskan disini.

Rabu, 25 November 2009

buat ibu / bapak guru

pagi cerah ketika berangkat kerja, aku berpapasan dengan guru SD ku dulu. Dalilah,  kami biasa memanggilnya Ibu Dal . Nyaris tak ada perubahan signifikan yang terlihat pada diri ibu Dal setalah kurang lebih 10 tahun lulus dari sekolah dasar. penampilannnya masih sama seperti dulu. dengan badan yang terbilang imut, semangat ibu ini masih sama seperti dulu ketika aku SD, terlihat dari langkah jalannya yang masih cepat bertenaga.

namun tak dapat dipungkiri kalo usia memang tak bisa dibohongi. terlihat jelas guratan-guratan bertarung dengan kerasnya kehidupan itu terpatri dari wajahnya. guratan-guratan yang merupakan saksi dari pengabdian beliau selama ini. guratan-guratan yang merupakan bukti nyata munculnya Sarjana-sarjana dari tangan beliau. guratan-guratan yang mudah-mudahan akan menjadi saksi di hari yang tiada berguna harta dan jabatan.....amin..


Ibu Dal, masih seperti dulu, masih menjadi guru di sekolah dasar dekat rumah. dari tangan beliau lah, kami (aku dan ketiga saudaraku) mendapat pendidikan formal pada jenjang awal ini. walaupun tidak cukup untuk membanggakan beliau dengan keadaan kami (khususnya aku) sekarang, yang kami tahu, kami akan selalu bangga dengan beliau. seorang guru sekaligus orangtua yang sangat berjasa. terima kasih ibu dal. semoga segala pengabdianmu akan menjadi "investasi" kelak di akhirat.

***Selamat hari guru***

buat semua bapak / ibu guru, terima kasih

diposting ulang dari sini

Kamis, 05 November 2009

quotes (sepatu terguyur hujan)

Teman….

 

Adakah hari ini engkau mempertanyakan takdir Allah swt yang telah dipahat untukmu? Mengapa begini dan begitu? Adakah engkau masih meragukan benarkah kasih sayang itu sejatinya untukmu? Apakah nasib baik atau buruk itu datang silih berganti tanpa bisa kau elakkan lagi? Padahal tak satu helaipun daun jatuh di muka bumi tanpa Dia ketahui?

 

Teman….

 

Kumohon, jangan menyiksa diri. Sungguh, tak perlu sedu sedan itu. Karena waktu bergulir terus, dan terus melindasmu, dengan atau tanpa engkau mempertanyakannya. Apalagi memprotesnya.

 

Teman....

 

Jika sepatumu basah terguyur hujan, maka mengumpatnya tidak akan membuat sepatumu kering. Tidakkah kau sadar bahwa Dia sedang ”membersihkan” sepatumu? Yang perlu kau lakukan hanyalah mencucinya ulang atau bahkan hanya mengangin-anginkannya saja karena keberkahan angin yang kencang akan membuatnya bersih seperti baru. Mungkin bila hujan tak turun, engkau takkan pernah berniat mencuci sepatu butut itu.

 

Teman....

 

Bila uangmu hilang, maka menangisinya takkan membuatnya kembali. Tidakkah kau sadar bahwa mudah sekali bagi Allah swt untuk membuka pintu-pintu rezekimu yang lain sebagaimana mudahnya Dia mengambil semua harta itu? Tidakkah cukup nikmat pendengaran, penglihatan, dan hati masih engkau rasakan hari ini?

 

”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” QS. An-Nahl:78

 

Teman....

 

Kenapa tak juga belajar dari kesalahan? Tak cukup sekalikah kita harus dihempaskan? Apakah harus berkali-kali sakit hati baru mengerti? Bukankah hanya cinta-Nya saja yang sangat berarti?

 

Teman....

 

Jangan tunggu ”sepatu” itu menjadi buluk sampai Allah swt merasa perlu untuk ”mencuci”nya. Jangan tunggu sampai Allah swt mengambil semua titipan-Nya –pun jua belahan jiwa kita- sebelum kita benar-benar menjaga dan merawatnya. Jangan tunggu sampai Allah swt mengambil hak atas uang yang seharusnya kita infakkan. Jangan tunggu sampai Allah swt menegur hingga kita baru sadar ketika semuanya menghilang. Jangan tunggu sampai Allah swt menghancurkan berhala-berhala dalam hati kita sebelum kita sendiri memadamkannya, karena bisa jadi prosesnya sangat menyakitkan....

 

Teman....

 

Tidakkah kita bisa mengambil pelajaran?

 

”Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur” QS. As-Sajdah : 9

 

***

Sumber: sepatuku yang terguyur hujan.....

dari seorang teman untuk teman

dshnet_arsip_lama_artikel

Senin, 02 November 2009

^___^

tersenyum, setiap kali setiap bertemu dengan seseorang, tentu dalam konteks yang wajar. yakinlah, senyuman tulus yang anda tunjukkan akan membuat tubuh anda yang lelah karena seharian duduk bekerja di bawah A.C akan tidak berasa, orang yang anda temui akan merasa takjuub dan memberi penghormatan serta penghargaan kepada anda. sekali lagi...senyuman yang tulus tanpa dibuat-buat

silahkan mencoba :)



*menjelang tanggal muda*


Jumat, 30 Oktober 2009

waktu...

bagi saya pribadi, jum'at adalah hari yang sangat menyenangkan. karena jum'at adalah hari terakhir berkutat dengan rutinitas pekerjaan di setiap minggunya. sabtu dan minggu bisa rehat sejenak dan merefresh pikiran dari aktivitas 'mencari uang'.

 waktu bergulir begitu cepat. perasaan baru kemaren memakai seragam putih hitam (pakaian khas hari senin), eh sekarang sudah memakai pakaian batik (pakaian khas hari jum'at).

time is money, time is sword...kedua ungkapan di atas hanya sedikit penggambaran oleh manusia akan persepsi dan urgensitas sebuah waktu.


coba tanyakan betapa berharganya sebuah waktu ketika ada penumpang yang ketinggalan pesawat hanya karena telat satu menit?

coba tanyakan betapa cepatnya sebuah waktu berjalan ketika seorang pelajar yang belum menyelesaikan semua jawaban ujian dalam waktu satu jam?

atau coba tanyakan betapa lambatnya sebuah waktu ketika sebuah tim sepakbola telah unggul atas lawannya dan menunggu peluit panjang dibunyikan?

ada pula yang memandang waktu itu dari sudut pandang tepat atau tidak

coba tanyakan kepada seorang laki-laki yang mengkhitbah seorang perempuan yang disukainya untuk dijadikan istri, namun perempuan tersebut menolak dikarenakan si perempuan masih dalam masa kuliah, laki-laki tersebut akan menarik kesimpulan : waktunya tidak tepat

atau coba tanyakan kepada seorang laki-laki yang telah menyukai seorang perempuan dan hendak menjadikannya seorang istri, tetapi karena masalah jarak yang mengakibatkan komunikasi mereka kurang lancar mengakibatkan si laki-laki belum mengatakan niatnya. berselang tahun kemudian ketika jarak itu tidak lagi terbentang dan si laki-laki hendak mengutarakan niatnya ternyata si perempuan terlebih dahulu dikhitbah saudaranya, laki-laki tersebut menarik kesimpulan : waktunya tidak tepat


kalo kata bang tere, kita hidup tidak sebentar, dalam artian tidak seperti kunang-kunang yang hidup dalam jangka waktu semalam. mereka akan mati keesokan paginya setelah menyala semalaman. tapi lihatlah, walaupun mereka tahu akan mati keesokan paginya, mereka akan tetap menyinari dan membuat indah setiap malamnya dengan sinar yang menyala dari tubuh mereka. mereka menjalani takdirnya dengan indah. lantas, kita yang notabene bukan kunang-kunang, memiliki waktu yang lebih dari mereka. Memiliki kapasita yang lebih……masih ada waktu yang akan memberi kesempatan untuk kita lalui dengan kebaikan setelah waktu-waktu yang sebelumnya membuat kita lalai dan merugi. Masih ada waktu….yang dibutuhkan hanya kemauan yang keras untuk menjadi lebih baik





Senin, 26 Oktober 2009

'masa sakit' itu juga sebuah proses

Every man suffers pain. Either the pain of hard work, or the pain of regret.

setiap orang merasakan sakit. Apakah itu sakit karena kerja keras, atau sakit karena penyesalan.

***

ketika ada orang yang belajar dengan giat tanpa mengenal waktu dan tempat, mengalami disorientasi waktu tanpa memperdulikan kesehatan untuk mengejar sebuah keberhasilan yang mengakibatkan ia jatuh sakit (sakit karena kerja keras)

ketika orang yang sama berharap akan sebuah keberhasilan tanpa harus bersusah payah mendapatkannya yang berujung sebuah kegagalan (sakit karena penyesalan)

Saya percaya, semua sukses harus diraih lewat sebuah proses. Di dalam proses itu, ada pula yang namanya growing pain. Masa-masa “sakit” sebelum akhirnya merasakan kepuasan atau kesenangan luar biasa.

Dan untuk sukses yang sesungguhnya, masa sakit itu hukumnya wajib untuk dijalani. Di dunia ini tidak ada yang gampang, dan yang sulit tidak bisa begitu saja dihindari.


If it’s too good to be true, then it is not true. Kalau sesuatu berjalan terlalu indah, maka itu bukanlah hal yang nyata. Sekali lagi, tidak ada yang segampang itu di dunia ini.



***

teruntuk teman yang sedang mengalami 'masa sakit'.

selalu yakin akan ada fajar menyingsing setelah pekatnya malam,


Kamis, 08 Oktober 2009

episode di titik ini (ber-pi-sah)

Bismillah…
 
Setiap sesuatu itu dimulai dengan indah.
 
Pagi dimulai dengan terbitnya mentari di ufuk timur,  titik start yang berarti awal dari sebuah perjuangan mimpi dan harapan, serta pertemuan yang dimulai dengan sebuah perkenalan yang bermakna
 
Setiap sesuatu itu diakhiri dengan indah
 
Malam menutup hari dengan sinar rembulan dan bintang, ujung finish yang berarti menutup sebuah usaha dan do’a serta perpisahan (yang katanya identik dengan menyakitkan) yang hanya memisahkan fisik tapi tidak memisahkan hati dan jiwa atas sebuah kebersamaan dari sebuah pertemuan.
 
***
 
tiga tahun, rentang waktu yang tidak terasa telah dilewatkan di tanah rantau. mei 2006 silam, ipung lugu menapakkan jejak kakinya pertama kali di kota Pangkal Perjuangan, kota penghasil lumbung padi terbesar, kota yang baru pertama kali dikunjunginya, kota yang akan menjadi sejarah dalam jejak perjalanannya, Kabupaten Karawang.
 

rentang waktu yang sungguh sangat singkat namun sarat dengan hikmah-hikmah perjalanan. teman baru, sahabat baru, tempat baru, dan kehidupan yang sebenarnya tidak terlalu baru (kalo yg ini dari kuliah dah ngekos sendiri) namun tetap memunculkan ritme ritme baru yang mengiringi jejak perjalanan ipung muda.


 
Sebuah perpisahan identik dengan menyakitkan, menyedihkan, atau ungkapan lain yang bernada senada. Apalagi ketika perpisahan itu terjadi setelah pertemuan dan persahabatan yang telah sangat lama. Lha wong rentang tiga tahun saja telah mengakibatkan pro kontra *berasa seleb* :p. tiga tahun yang lalu, Mei 2006, di titik ini kita dipertemukan, di kota pangkal perjuangan ini kita berkenalan, di tanah rantau ini kita bersama membangun mimpi dan harapan, disini kita mengemban amanah dan tanggungjawab atas apa yang kita tetapkan sebagai pilihan, ya di kota inilah awal sebuah pertemuan.
 

Banyak kenangan yang tergoreskan selama kebersamaan kita. Kebersamaan sebagai layaknya keluarga meski dalam lingkup kecil. Tentu itu semua menjadi bagian dari kenangan yang akan terus menggelayut dalam pikiran kita, ngantor, nge-kos, jalan ato hal-hal laen yang menjadi rutinitas bersama kita sehari-hari. Sungguh, itu semua kenangan yang manis (bagi saya pribadi) dan berharap itu juga menjadi kenangan yang baik bagi teman-teman semua.
 

Dan sekarang, di titik ini, di malam yang akan menutup sebuah hari, di ujung garis finish yang akan menyelesaikan start yang telah dimulai, dan kata perpisahan yang akan mengakhiri (untuk sementara) sebuah pertemuan. Hanya dua kata yang bisa mengungkapkan 3 tahun kebersamaan ini. Maaf dan terima kasih.
 

Maaf atas segala salah dan khilaf baik yang disengaja atau tidak. Maaf atas lisan yang kadang menyakitkan, sikap yang tidak berkenan dan tingkah laku yang menyebalkan (berasa lebaran, gpp la masih suasana idul fitri juga), baik dalam urusan kedinasan ataupun pergaulan di luar kedinasan.
 

Dan terima kasih. Terima kasih atas semua bimbingan (untuk rekan-rekan di kantor), atas segala kerjasama dan bantuan baik urusan kedinasan atau pribadi. Terima kasih banyak atas bantuannya selama ini.


Sekali lagi, ini hanya masalah kesempatan. itu saja tidak lebih. Mudah-mudahan teman-teman yang laen mendapat kesempatan yang lebih baik dari saya.
 

best regards'

tri putra





Kamis, 17 September 2009

Penghuni Terakhir

Petir....

kalo ada yang masih ingat, dulu..ada kuis yang berjudul Petir (Penghuni Terakhir) yang ditayangakan di salah satu stasiun televisi swasta.. lupa gimana format kuisnya, yang hanya diingat, itu kuis mempertemukan beberapa orang untuk memperoleh hadiah rumah mewah bernilai 1 M (kalo gaksalah), dengan cara diadu ketangkasan dan kehebatan, sehinga mereka menjadi petir alias penghuni terakhir di rumah tersebut.

nah..yang mo dibahas disini gak ada hubungannya sama kuis di atas, nah lo?? cuma mau menceritakan sedikit suasana kantor menjelang libur lebaran dengan mengait-ngaitkannya dengan judul kuis tersebut, 'petir'. suasana hari terakhir masuk kerja di kantor, sudah tampak lengang. dalam sekilas pandangan mata, telah tampak arus mudik di beberapa seksi / bagian. yang tersisa hanya orang-orang 'lokal' dan beberapa pegawai yang berada di seksi pelayanan serta mereka yang masih bersemangat (baca : semangat besok mudik) untuk masuk kantor hari ini.

nah, disini ni baru ada kaitannya dengan judul, saya termasuk penghuni terakhir (petir) di seksi saya. masih semangat ngantor hingga hari dan detik terakhir. tadi pagi malah sempet ikutan kampanye simpatik mudik dengan membagi-bagikan peta mudik di bebearapa titik yang dilalui arus mudik.horeeee, akhirnya! setelah beberapa kali libur lebaran selalu pulang mudik duluan (baca : bolos), akhirnya libur lebaran kali ini merasakan ngantor hingga hari terakhir, :D. masih semangat gawe?hem...ya...,ya,...ya,.... diakui hanya fisik saja yang masih berada disini , kalo jiwa dan pikiran sudah lama berada di kampung tercinta, *blushing*

ya...menjadi penghuni terakhir di ruangan, akhirnya.


***

insyaALLAH besok saya mudik ke kampung.mudah-mudahan berjalan lancar.untuk teman-teman MP yang akan melakukan perjalanan mudik, hati-hati di jalan, jaga kondisi badan dan kondisi kendaraan. salam hangat bwt keluarga anda di rumah.


Kamis, 20 Agustus 2009

hibernate

bersiap - siap

mengumpulkan bekal

mempersiapkan materi dan non materi

menjaga fisik dan mental

masukkan itu semua ke dalam rumah yg sebenarnya

perjalanan disini akan terhenti sementara waktu

saatnya hibernate...

***

bismillah


Jumat, 07 Agustus 2009

Jum'at (ritual aneh kantor pusat)

hari Jum'at adalah hari yang istimewa. tentu sudah mafhum kalo Jum'at adalah hari raya nya umat muslim. jum'at pun penuh dengan banyak keistimewaan. di antara salah sedikitnya , di hari ini ada waktu dimana do'a-do'a yang dipanjatkan akan diijabah oleh Yang Maha Pengabul do'a. dan masih banyak lagi hadits yang menerangkan tentang keistimeaan hari Jum'at.

di instansi aku bekerja pun, hari Jum'at memiliki banyak keistimewaan. di hari ini harus pakaian batik (ini mah biasa yak, di instansi pemerintah mana aja, :D ) . hari jum'at adalah hari dimana biasanya surat/keputusan tentang Mutasi Pegawai diaplot di web kepegawaian Kantor Pusat, dan biasanya lagi diaplot menjelang libur setelah jam kerja pada saat pegawai dah pulang kantor. hag..hag.., entah darimana munculnya ritual yang aneh ini dari Kantor Pusat ini :(


emang sekarang di instansiku lagi musim-musimnya mutasi (mbok ya musim duren, duku gitu ya). pun hari ini. setelah tadi siang ada kep tentang penempatan kerja temen-temen yang baru lulus dari Prodip STAN, sorenya sesuai ritual yang saya ceritakan di atas, keluar juga Mutasi Eselon III (Kepala Kantor).

eng ing eng...

Kakap ku diganti. Kakap yang lama pindah ke Kanwil, diganti Kakap baru dari Kanwil jawa tengah I. whatever, ketika sudah nyaman dengan Kakap yang lama, sekarang harus beradaptasi lagi dengan Kakap yang baru.mudah-mudahan lebih baik lagi la. seperti kata ipung, "perubahan itu perlu"



***

Selamat berpisah Kakap yang lama

Selamat datang Kakap yang baru

Sabtu, 18 Juli 2009

ASA (kaos kenangan)

tadi pagi, ngubek ngubek lemari baju. keabisan kaos buat dipake (maklum anak kosan, apa hubungannya ya?). walhasil ketemu juga di lemari paling bawah, tumpukan paling dasar. ada kaos berwarna merah yang kelihatannya sudah lama sekali terpendam di bawah sana. begitu ditarik keluar, ternyata .......kostum ASA (Amazing Student Activities). baju ini adalah kenang-kenangan dari kepanitian ASA 2005 waktu di kampus STAN, sudah lama sekali. entah kapan terakhir kali memakai kaos ini. sudah lupa, mungkin pas pembubaran panitia.

Amazing Student Activities 2005

sebuah program acara kegiatan BEM terbesar pada saat itu. menggabungkan semua elemen kampus dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Spesialisasi (HMS), hingga Organisasi Daerah (ORGANDA). acaranya sendiri penuh dengan kegiatan - kegiatan yang mampu menyedot perhatian mahasiswa kala itu. selain acara yang bersifat menghibur, ada juga sisi charity di dalamnya. 

thank you so much, buat mas henderi gunadi (korlak ASA 2005) yang telah memberi kesempatan untuk bergabung dalam kepanitian hebat ini, 

terima kasih juga buat ibrahim saleh (kabid danus ASA 2005), dan teman-teman di bidang danus yang mau berbagi ilmu dalam bidang yang baru pertama kali saya terjun dan bekerja di dalamnya. bagaiman susahnya mencari sponsor dari satu perusahaan ke perusahaan laen.

buat mas fredi n the gank (Perkap ASA 2005) yang telah mengajak saya bergabung menjadi anggota perkap bayangan :)

buat mas wendy dan teman-teman (Acara Asa 2005)

dan seluruh kepanitian ASA 2005 saat itu (asli lupa siapa-siapa aja, hikz...parah)

ini pertama kalinya saya ikut dalam sebuah kepanitiaan sewaktu di kampus, menyenangkan bertemu dan bekerja sama dengan orang-orang terbaik seperti kalian semua. terima kasih

***

Jangan pernah berputus asa

Karena kita adalah panitia ASA

(jargon panitia, tatkala mengalami kesulitan dan kendala dalam penyelenggaraan acara)

Sabtu, 04 Juli 2009

5 centimeter

ketika yakin sama sesuatu
kita harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan
jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu di sini (di depan kening)
juga keinginan dan cita cita kamu
semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu
taruh di sini (di depan kening)
begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu. cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini (di depan kening)


kamu taruh di sini...jangan menempel di kening
biarkan...
dia...
menggantung...
mengambang...
5 centimeter...
di depan kening kamu


jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu
dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa
apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah
bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat
apa pun itu
segala keinginan,mimpi,cita, keyakinan diri


biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung
mengambang di depan kening kamu
dan...
sehabis itu yang kamu perlu
cuma...


cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
leher yang akan lebih sering melihat ke atas
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya
serta mulut yang akan selalu berdo'a


dan kamu akan selalu dikenang
sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan
bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama
kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya
pada kekuatan mimpi dan mengejarnya
bukan seorang pemimpi saja
bukan orang-orang bisa saja tanpa tujuan
mengikuti arus dan kalah oleh keadaan


tapi seorang yang selalu percaya akan
keajaiban mimpi, cita-cita, dan
keajaiban keyakinan manusia
yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun
dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu
akan terwujud nantinya
karena...


kamu hanya harus mempercayainya
percaya pada..5 centimeter di depan kening kamu



***
5 cm_donny dirgantoro_


pengen naek ke puncak Mahameru
:)

Jumat, 19 Juni 2009

just share (repost)

SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-K ITA YANG MASIH MUDA

( YANG KELAK AKAN MENJADI TUA PULA .... )

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya dan si opa menceritakan kisah hidupnya.

Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau
plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Jika kamu menerima e-mail ini berarti masih ada orang yang peduli kepadamu untuk mengingatkan jasa kedua orang tuamu.

When was the last time you chat to your parent? THEY NEED YOU!

Love your parents in anyway they are...

Selasa, 02 Juni 2009

karier ini membunuhku

"argh.......brakk, pintu kamar berukuran 3x2 itu terhempas, kenapa???kenapa tidak ada yang mau mengerti posisi ku saat ini, teriak james sembari menghempaskan badan ke kasur tidurnya".akhir-akhir ini aku sedang dialami kegundahan yang amat sangat. kegundahan yang entah bagaimana harus menghadapinya?!sebuah dilema..

dulu..tak pernah terbayangkan sama sekali bagiku untuk bisa bergabung dan bekerja di departemen ini. departemen yang bagi sebagian orang merupakan mimpi-mimpi mereka.ya...hanya karena takdirlah yang menyebabkan aku harus terdampar di departemen ini sekarang. jauh sekali dari cita-cita masa kanak-kanak dulu yang sering ditanyakan pada saat sekolah. 

"james, cita-citamu mau jadi apa?", "pilot bu', dengan suara lantang dan mantaf"

"james, kalau sudah besar mau jadi apa?", "astronot pak", tegas dan jelas suaraku

"james, udah gede mau jadi seperti siapa?", "jadi insinyur bu', biar bisa buat gedung yang tinggi"

ah....betapa jauh panggang dari api. sekarang aku terdampar menjadi seorang abdi negara, pelayan masyarakat, seorang Pegawai Negeri Sipil.

berusaha memejamkan mata, namun tetap tak bisa tidur, pikiranku selalu terbayang dengan dialog bersama atasan di kantor siang tadi. "pak, kalo boleh dan bisa, saya minta dipindah ke direktorat laen pak'?, sembari memperbaiki letak kacamatanya dan memasang mimik serius, atasanku berkata, "kenapa james?"

ada beberapa alasan yang ku kemukakan terhadap beliau :

1. aku ingin belajar hal-hal yang baru , meingat sudah hampir 3 tahun aku terus berada di direktorat ini

2. aku ingin sedikit refreshing dengan suasana yang baru

dan yang ketiga , ini sebenarnya merupakan alasan yang terkuat yang sejaklama ingin aku kemukakan ke atasan, namun lama pula aku menyimpan alasan ini untuk diriku sendiri.

"aku sudah tidak kuat lagi bekerja di direktorat ini pak, kerjaan ini serasa menjadi beban buat saya, tanggungjawab yang tidak maen-maen, kondisi yang rentan akan bahaya, dan yang paling penting, kerjaan ini tidak sejalan dengan naluri saya pak", pelan dengan suara yang ditegas-tegaskan aku menjelaskan alasan utama mengapa aku ingin dipindah ke direktorat laen.

hening beberapa saat, 

deg..deg..jantungku berdetak lima kali lebih kencang plus lima kali lebih cepat.jujur saja, setelah maju mundur untuk langsung menghadap dan mengemukakan alasana ini setelah berapa lama, akhirnya hari ini kuberanikan untuk menghadap beliau langsung

"james, saya mengerti benar posisimu sekarang, saya mengerti alasan-alasan yang kau kemukakan. semuanya bisa diterima secara logika dan akal sehat. dan alasan terakhir yang kau kemukakan itulah sebenarnya yang menjadi pendorong utama kau ingin pindah dari direktorat ini bukan?

serasa ditimpuk dengan godam yang beratnya ratusan kilo, aku tercekat tak bisa berkata-kata.hem..apa atasanku ini punya ilmu membaca pikiran orang?

"saya mengenal baek track record mu meski saya baru menjadi atasanmu setahun ini. saya mengerti beban yang kau rasakan dengan bekerja di direktorat ini. direktorat yang selalu menyuguhkan pergolakan batin buat orang-orang sepertimu, mempertaruhkan idealismu. kau pasti tidak tahan dengan banyaknya hal-hal negatif di direktorat ini. segala sesuatu yang sangat berkaitan erat dengan korupsi, uang-uang gakjelas asal muasalnya, pihak ketiga yang seringkali memberi 'uang terimakasih', serta hal-hal yang masih banyak lagi yang selalu menghadirkan perjuangan untuk mempertahankan idealismu itu bukan??

plong rasanya semua beban yang kubawa ketika melangkah masuk ke ruangan atasanku ini ketika dia telah 'membantu' mengeluarkan semua yang ingin aku ucapkan, smua yang kupendam di dalam hati semenjak pertama kali aku ditempatkan di direktorat ini dan tak kuasa menolak (karena emang belum punya kuasa dan masih 'anak baru')

'lalu, kau mau pindah kemana james dan siapa yang akan menggantikanmu di direktorat ini'?yang hanya saya minta, orang yang akan menggantikanmu nantinya adalah orang yang memiliki kemampuan yang sama baeknya untuk bekerja seperti kamu james, karena kamu adalah salah satu yang terbaek untuk bekerja di direktorat ini james,

membuyarkan lamunanku atasan bertanya

"jujur, saya tidak berani untuk menunjuk siapa yang bisa menggantikan saya pak, karena bagi saya itu bukan wewenang saya. tapi yang pasti saya ingin pindah dari direktorat ini kemana saja kecuali tiga direktorat pak.

"apa itu"selidik atasanku

jangan tempatkan saya di 3 direktorat ini :

1. di direktorat ini lagi

2. direktorat security

3. direktorat office boy

hening berapa saat...

"haahaha, senyum atasanku mengembang.tidakla james, opsi kedua dan ketiga itu tidakmungkin akan dilakukan oleh kantor ini kepadamu.jelas sekali kalau kau tidak akan dipindah ke direktorat itu.jelas sekali, tentu kau terlalu qualified untuk ditempatkan di direktorat semacam itu"

"tapi pak, aku tidak dalam keadaan bercanda ketika aku mengemukakan ketiga opsi itu. kalua bapak pahami, itu merupakan wujud keseriusan sekaligus kepasrahan bawahan anda ini setelah berapa lama bekerja di direktorat ini. jadi aku bersedia untuk ditempatkan di direktorat mana saja asal jangan tiga direktorat yang saya sebutkan tadi"jelaku panjang lebar.

"ok, james.saya mengerti maksutmu. hal ini akan saya bicarakan dulu dengan bapak kepala kantor.karena beliau juga perlu tahu akan hal ini.dan bila perlu,kau akan menghadapnya langsung nanti.kau boleh pergi sekarang, dengan suara tegas dan tatapan yang dingin, atasanku berkata

aku pun melangkahkan kaki ku menuju pintu keluar ruangannya.

drap..langkahku ku terhenti persis segaris dengan pintu keluarnya.

aku pun berbalik menghadap atasanku .

"pak, jika bapak terus mempertahankan dan melarang saya untuk pindah dari direktorat ini maka yang saya tau kantor ini telah membunuh karier saya secara langsung.bukan secara tidak langsung lagi.dan karier ini pula yang akan membunuh saya secara langsung pula"

Sabtu, 30 Mei 2009

belajar dewasa

belajar untuk menjadi dewasa

dewasa dalam bersikap

dewasa dalam berpikir

dewasa dalam bertingkahlaku

dewasa dalam mengambil keputusan

ah...ternyata...

***

masih jauh...

hayu...semangatput!!!

terus belajar!!!

***



-hoooyoooooo-
malam yg sendu_