Rabu, 18 Mei 2011

meninggalkan bawaan


bayangkan seseorang yang berbadan kecil dan tidak kekar akan pergi ke suatu gunung dengan membawa 1 bodypack, 1 travelbag, 1 tas pinggang. apakah barang bawaan tersebut akan menghambatnya dalam mencapai tempat tujuan? jelas jawabannya adalah sangat menghambat.

barang barang yang dibawanya tersebut akan sangat menghambat perjalananannya untuk mencapai tujuannya, sampai gak ke tempat tujuan? sampai, tapi dengan banyak sekali catatan.lantas, bagaimana cara agar perjalanannya mulus untuk sampai ke tempat tujuan? hal yang bisa dilakukan adalah meninggalkan barang bawaan yang tidak diperlukan atau menghambat perjalanannnya


***

begitu juga dengan sifat jelek bawaan yang ada pada diri kita. sifat-sifat seperti : iri hati, dengki, sombong, atau bahkan mudah marah. sifat-sifat seperti itu akan bahkan seringkali menghambat perjalanan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari. maka, untuk mengarungi perjalanan ini dengan mulus, lebih baik kita tinggalkan semua sifat bawaan tersebut sehingga kita akan lebih mudah menjalani kehidupan ini.


ada yang bisa kasih tips mengurangi sifat mudah marah?



Minggu, 20 Februari 2011

NATO

‘'kalau anak buah disuruh ke arah utara, lalu dia malah pergi ke arah selatan maka biarkanlah'’. begitu ungkapan seorang kepala seksi ketika pada suatu pagi kami mengobrol di gudang.

***

dalam suatu pekerjaan, beliau beranggapan bahwa hanya berkata tapi tidak melaksanakan itu tidak ada gunanya. hanya berpikir cara melaksanakannya tapi tidak melaksanakannya sama saja bohong. maka, yang paling utama adalah Action.


NATO (No Action Talk Only atau No Action Thinking Only) itu tidak ada gunanya sama sekali dalam melaksanakan pekerjaan atau memecahkan suatu masalah. maka dari itu, ketika ada bawahan yang seharusnya melaksanakan suatu pekerjaan ke arah utara tapi dia malah ke arah selatan, jangan dimarahi!!, setidaknya dia tidak NATO, dia melaksanakan suatu Action walaupun itu keliru. tapi justru dengan salah arah tadi, dia dengan sendirinya akan menyadari kekeliruannya dan memperbaiki arahnya. ini adalah poin utama dari ungkaan di atas.


Disadari atau tidak, terkadang seorang pimpinan terlalu banyak berpikir. berpikir dengan berbagai kemungkinan, berpikir untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan nilai perfect. sebenarnya ini gak salah, yang jadi masalah adalah ketika seorang pimpinan hanya ‘mengajak’ bawahannya untuk terus berpikir akan solusi suatu masalah tanpa berani mengambil Action atau tindakan untuk mengarahkan bawahan itu bekerja.

disini letak kekeliruannya. lantas tatkala bawahan tadi salah mengambil arah, yang ada pimpinan tadi akan marah besar dan menyalahkan si bawahan. disini letak kurang bijaksananya seorang pimpinan.

memang setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya kelak.mari kita berusaha untuk menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana agar kelak kita termasuk golongan orang yang diberi naungan oleh ALLAH di hari akhir kelak.aamiin


Dari Abu Hurairah رضي الله عنه dari Nabi صلی الله عليه وسلم, sabdanya: “Ada tujuh macam orang yang akan diberi naungan oleh Allah dalam naungannya pada hari tiada naungan melainkan naungan Allah itu sendiri, yaitu:

imam - pemimpin atau kepala - yang adil,

pemuda yang tumbuh - sejak kecil - dalam beribadat kepada Allah ‘Azzawajalla,

seseorang yang hatinya tergantung - sangat memperhatikan - kepada masjid-masjid,

dua orang yang saling cinta- mencintai kerana Allah, keduanya berkumpul atas keadaan yang sedemikian serta berpisah pun atas keadaan yang sedemikian,

seseorang lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan serta kecantikan wajah, lalu ia berkata: “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah,” - ataupun sebaliknya yakni yang diajak itu ialah wanita oleh seorang lelaki,

seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu menyembunyikan amalannya itu - tidak menampak-nampakkannya, sehingga dapat dikatakan bahawa tangan kirinya tidak mengetahui apa-apa yang dilakukan oleh tangan kanannya dan seseorang yang ingat kepada Allah di dalam keadaan sepi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya.”(Muttafaq ‘alaih)
Nomor: 656 Sumber: riyadhus-shalihin

Minggu, 26 Desember 2010

surat terbuka untuk garudaku

adalah benar sinar laser hijau itu mengganggu konsentrasi para pemain

adalah benar target yang juara yang dibebankan itu menjadi beban

adalah benar kunjungan pemain dan istighosah itu tidak termasuk jadwal resmi untuk para pemain.



***


para punggawa garuda tercinta,


bagimana tidur garudaku  semalam? ah, pasti tidak nyenyak sama sekali bukan? kami pun disini sama. entah bagaimana dengan pagi ini? cuaca pagi ini di beberapa kota di negara kita hujan. semoga nanti pada saat garudaku pulang ke negeri ini cuaca dapat cerah benderang, secerah harapan yang akan kita coba bangun di Senayan 29 Desember nanti, aamiin.


garudaku,


semalam kami bertanya banyak hal. kami seperti tidak mengenal para punggawa yang bermain? adakah susunan pemain yang berubah? adakah pemain pemain baru yang di detik detik terakhir menjelang final baru didaftarkan untuk piala AFF? 


kami tidak mengenal siapa itu striker bernomor punggung 21?

benarkah dia yongki ari bowo yang bermain spartan waktu melawan Filipina, yongki yang senantiasa bergerak untuk membuka ruang kepada rekan rekannya? yongki yang berani berduel dengan bek lawan? kami tidak melihat itu semalam.


kami tidak mengenal siapa pemain bernomor punggung 10 dan 23 yang berada di sayap sayap garuda, siapa mereka?

bukankah kedua sayap garuda : m.ridwan dan okto adalah sayap yang eksplosif, yang pergerakan keduanya sering merepotkan bek lawan, bukankah aksi aksi mereka sudah terbukti bisa menghadirkan gol, kami tidak melihat itu semalam.


kami tidak mengenal siapa pemain bernomor punggung 2 yang berada di posisi bek kiri, siapa dia?

ah, bukankah sudah terlihat jelas pemain yang paling menunjukkan progres peningkatan yang signifikan adalah nasuha. pemain yang kerap kali membantu serangan dan lugas dalam bertahan. pemain yang meski dengan kepala dibalut perban tetap menunjukkan semangat tinggi dalam bermain, ah..lagi lagi kami tidak melihat itu semalam


dan, kami tidak mengenal siapa pemain bernomor punggung 15 yang menggunakan lambang captain di lengan kirinya., siapa dia? firman utina kah?

kapten garuda kami adalah seorang yang punya umpan yang sangat akurat, keberanian berduel, pemecah kebuntuan, pengatur serangan yang hebat, dan pemompa semangat tim yang bagus.

lantas siapa dia yang menggunakan nomor 15 semalam?kami tidak melihat itu.


***


kaca spion itu tidak perlu terlalu sering dilihat, dilihat sekali kali hanya untuk berbelok atau berhenti sementara



mari kita lupakan kemenangan kita yang sensaional saat mengganyang malaysia 5-1 di GBK. faktanya, harimau melayu itu sudah berubah, bagaiman pertahanan mereka sangat baik (terutama kiper) dan bagaimana penyerang mereka yang tajam.

kalaupun mau melihat kilas balik, mari kita lihat perjuangan kita saat melawan thailand. thailand yang selama ini kita takuti, thailand yang selalu mengalahkan kita dalam beberapa pertandingan AFF, thailand yang sempat unggul terlebih dulu 1-0. tapi, apa yang terjadi setelahnya (bahkan sebelum ketinggalan, kita tidak gentar sama sekali dengan nama besar thailand) kita bermain penuh semangat, spartan, tidak ingat bahwa pertandingan ini sudah tidak berpengaruh lagi untuk Indonesia. yang kita lihat adalah semangat untuk menampilkan yang terbaik dan menyingkirkan thailand. bahkan saat itu pemain kita keram, bermain seakan akan ini adalah pertandingan final.

semangat bertanding seperti itu yang kita harapkan hadir kembali di punggawa garuda.


***

adalah benar sinar laser hijau itu mengganggu konsentrasi para pemain

adalah benar target yang juara yang dibebankan itu menjadi beban

adalah benar kunjungan pemain dan istighosah itu tidak termasuk jadwal resmi untuk para pemain.


.........

tapi sekarang bukan saatnya mencari cari penyebab itu semua

sekarang saatnya kembali fokus dan konsentrasi

untuk 29 desember, untuk Indonesia


***

bambang pamungkas

firman utina

m. ridwan

maman abdurachman

markus haris maulana


masih ingatkah dengan yang ini

















itu saat piala Asia 2007. ya, saat itu kita kalah dari Arab Saudi dan Korea selatan. saat itu Arab Saudi berhasil mengalahkan kita setelah 93 menit kita berhasil menahan mereka 1-1. berhasil menunjukkan permainan yang pantah menyerah, tidak gentar dengan nama besar langganan piala dunia tersebut.


dan pada saat lawan korea selatan, mereka adalah tim besar. dihuni pemain berkualitas. hasil akhir?? penampilan mengagumkan markus di bawah mistar gawang mengakibatkan mereka hanya bisa 1 kali menjebol gawang Indonesia,


saat peluit terkahir berbunyi, bukan kekecewaan biasa yang muncul, meski kekalahan tetap kekalahan, saat itu kalian membuat kita semua bangga keluar stadion memakai atribut merah, keluar stadion dengan kepala tegak, kekalahan yang sangat berarti.


bukti kalau kita bisa!!


yang dibutuhkan sekarang hanyalah fokus dan konsentrasi,

semangat pantang menyerah

ngotot dalam bermain

dan kemauan untuk bekerja lebih keras dibanding yang lainnya, 

kemauan untuk mengeluarkan kemampuan lebih dari 100%


dan pemandangan yang akan tersaji di GBK 29 desember nanti adalah




angkat tanganmu untuk Indonesia!


we still believe

#12 player


gambar dari www.pandji.com

Senin, 29 November 2010

tausyiah abah

isya' tadi malam ada sesuatu yang berbeda, ternyata dalam barisan terdepan shaff kali ini ada jama'ah yang shalat sambil duduk. sebelum imam mengangkat takbir, mata ini sempat melirik siapa gerangan yang shalat sambil duduk, owh..... ternyata abah.


***
tampaknya, abah (kembali) dalam kondisi yang kurang sehat, masih 2 hari yang lalu beliau shalat dalam keadaan berdiri tegak, kemudian selang satu hari. dan malam ini ternyata beliau shalat dalam keadaan duduk. 

sedikit menambahkan bahasan tentang abah dan kisah pemuda pemuda ini. pernah dalam suatu kumpul kumpul setelah shalat subuh, abah memberikan nasehat singkatnya kepada pemuda kampung tersebut. abah merasa perlu menjelaskan dan berbagi ilmu mengenai bab tharahah.

abah membahas hal ini dikarenakan risih dan tidak sukanya beliau ketika melihat seorang pemuda yang (maaf) buang air kecil di pinggir jalan / belakang pohon dengan cara berdiri. yang ditekankan oleh abah adalah adab buang air kecil yang dilakukan oleh kebanyakan pemuda sekarang. dengan duduk melingkar bersama pemuda kampung, abah menekankan pentingnya adab dalam melakukan hal ini.

''yang pertama, hal seperti itu harus dilakukan di ruangan / tempat yang tertutup, minimal tidak ada yang bisa melihat kita dengan jelas lalu yang kedua, sebaiknya hal tersebut dilakukan dengan cara tidak berdiri (jongkok)''.

di lain kesempatan, abah juga pernah mengumpulkan pemuda kampung sehabis shalat. beliau menegur salah seorang dari mereka dikarenakan ketika shalat memakai kaos yang bergambar dan bertuliskan di bagian belakangnya.

beliau mengatakan, ''sebaiknya menghadap Allah (shalat) itu dengan menggunakan pakaian terbagus yang kalian miliki, bagus disini bukan berarti kalian harus memakai baju baru ataupun mahal. kalian cukup menggunakan baju yang bersih dan suci''.

perihal kalian memakai kaos yang bergambar dan bertuliskan sesuatu sebaiknya jangan dipakai di waktu shalat. karena hal ini dapat membuat seseorang (jama'ah lain) lalai atau tidak khusyu' dalam shalatnya. hal ini dikarenakan secara tidak sengaja bisa saja jama'ah yang berada di belakang kalian membaca atau melihat gambar di kaos yang kalian pakai.

***

semoga abah bisa sehat kembali sehingga bisa shalat dalam keadaan berdiri sempurna lagi, aamiin

jodoh di perantauan

kali ini sedikit berbicara tentang perantauan. perantauan kurang lebih bermakna mendiami suatu tempat yang baru atau mendiami suatu tempat yang bukan domisili aslinya dalam kurun waktu tertentu (pendapat saya pribadi)

setiap orang punya pandangan berbeda tentang hidup merantau. ada yang bisa menjalankannya, ada yang tidak bisa menjalankannya atau ada yang memang sudah menjadi jalan hidupnya. saya pribadi pernah mengalami fase yang namanya hidup dalam perantauan dan belum tahu apakah akan mengalaminya lagi.

saya bersyukur sekali pernah berada dalam perantauan, kurang lebih satu setengah tahun kuliah jauh dari keluarga (meski tiap semester pulang kampung) atau ketika kurang lebih 3 tahun mencari nafkah di pulau jawa (yang ini kalau pulang kampung nunggu lebaran atau cuti). bersyukur karena dapat menempa diri untuk belajar mandiri , bersyukur bisa melihat tempat- tempat baru, bersyukur bisa mengenal saudara saudara baru.

hidup di perantauan memang harus pintar membawa diri, adat kebiasaan ataupun budaya di satu tempat tidak sama dengan tempat yang lain, seperti kata pepatah ''dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung'' yang kurang lebih bermakna haruslah mengikuti/menghormati adat istiadat di tempat tinggal kita.

satu hal lagi yang saya amati adalah biasanya, sekali lagi saya tekankan biasanya jodoh itu datang pada saat kita sedang di perantauan. sepengamatan di lingkungan saya bekerja bahwa jodoh rekan rekan saya yang berada di perantauan seringkali datang dari tempat merantaunya. saya jadi ingat dulu ketika masih baru baru lulus kuliah dan kena virus nikah muda, teman saya pernah bilang, "nanti kalau mau cari istri yang satu daerah / kampung aja. biar nanti mudiknya gampang, cuma ke satu tempat. hal ini dikarenakan seringnya teman saya tadi melihat kakak tingkatnya yang sudah menikah dan punya istri tidak satu daerah mudiknya ganti ganti tempatnya.

saya dulu juga sempat sependapat dengan teman tersebut. kalau sekarang??? :D





tulisan ini bukan berarti saya mendapat jodoh di perantauan atau sebaliknya loh, cuma lagi pengen nulis ini aja ^^ lagian korelasi dengan judulnya pas di paragraph terakhir doank kan



*kalo kate tetangge aye itu, posting yang beginian bakalan rame, siapa tau disini juga bakal rame